B-29 Superfortress
- Untuk gen manusia, lihat CD79B.
Boeing B-29 Superfortress adalah pesawat pengebom berat dengan 4 mesin yang digunakan oleh United States Army Air Forces dalam Perang Dunia II, dan oleh militer di negara lain setelah itu. Nama "Superfortress" berasal dari model pendahulunya B-17 Flying Fortress.
B-29 Boeing Model 345[1] adalah salah satu pesawat terbesar yang berdinas selama PD II. Pesawat ini merupakan pesawat pengebom paling canggih pada masanya. Pesawat ini digunakan dalam pengeboman atas Kekaisaran Jepang dalam bulan terakhir PD II, Enola Gay membawa bom atom yang dijatuhkan dan menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki. B-29 tetap berdinas lama setelah perang selesai. Dari saat purna tugasnya pada tahun 1960-an, sekitar 3.900 pesawat telah dibangun.
Supermarine Spitfire
| Spitfire | |
|---|---|
| RAF Supermarine SpitfireLF banks in clouds. | |
| Tipe | Fighter |
| Produsen | Supermarine |
| Perancang | R. J. Mitchell |
| Pertama terbang | 5 Maret 1936 |
| Dipensiunkan | 1952, RAF |
| Pemakai | Royal Air Force |
| Diproduksi | 1938–1948 |
| Jumlah dibuat | 20,351 |
| Harga satuan | £15,000 |
| Varian | Seafire Spiteful |
Supermarine Spitfire adalah salah satu jenis pesawat tempur pemburu yang dimiliki Angkatan Udara Britania Raya (RAF) pada Perang Dunia II. Pesawat jenis ini menjadi terkenal setelah berhasil mengimbangi dan bahkan mengalahkan pesawat-pesawat milik Jerman yang saat itu diakui lebih maju teknologinya, dalam "Pertempuran Britania" (Battle of Britain).
Arti nama
Spitfire artinya secara harafiah adalah "ludah api" atau "yang meludahkan api". Dalam bahasa Inggris semasa kata ini biasanya digunakan untuk seseorang yang sangat emosional dan extrovert, terutama wanita.
P-51 Mustang
P-51 Mustang adalah pesawat petarung jarak jauh buatan Amerika Serikat. Pesawat ini menjadi salah satu pesawat tempur terbaik pada perang dunia II. Mustang menjadi satu-satunya pesawat petarung yang mampu mencapai Berlin, baik untuk melangsungkan serangan mandiri maupun untuk mengawal pesawat pengebom yang akan menjatuhkan bom di Berlin.
Sejarah
Inggris yang sedang terlibat perang di Eropa membutuhkan sebuah pesawat yang mampu mencapai Jerman dan mengawal pengebom yang setiap saat jatuh di tembak pesawat petarung Jerman, maka dibuatlah pesawat oleh North American untuk memenuhi kebutuhan ini, untuk mesinnya dipasang mesin Rolls Royce buatan Inggris. Pesawat yang tercipta mempunyai kelemahan pada kelincahan di ketinggian maksimum, maka ditambahkanlah turbo charger pada mesinnya. Hasilnya adalah sebuah pesawat yang handal untuk perang jarak jauh, dan menjadi legenda.
Mustang diproduksi ribuan dan digunakan oleh banyak angkatan udara, termasuk Indonesia. Indonesia menerima Mustang sebagai hibah dari Belanda, ironisnya Mustang juga digunakan Indonesia melawan Belanda dan sekutunya dikemudian hari. Karena gambar mulut menganga berwarna merah di ujung pesawat, pesawat di gambar ini populer dengan julukan "si cocor merah".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar